Dari kata ke aksi: Membaca untuk membela

Teluk Naga

Soekarno Studies

Categories ,

Soekarno Studies: Ketika Santri Membaca Sang Proklamator

Apakah Soekarno hanya dapat dipahami sebagai seorang nasionalis, atau justru pergulatan intelektual dan spiritualnya menyimpan dimensi lain yang selama ini luput dari perhatian?

Soekarno Studies: Ketika Santri Membaca Sang Proklamator menawarkan cara pandang yang berbeda terhadap Bung Karno. Berangkat dari tradisi intelektual pesantren, Hilmy Firdausy mengajak pembaca menelusuri bagaimana teks-teks Soekarno dibaca, diperdebatkan, dan dihidupkan oleh komunitas santri. Buku ini menunjukkan bahwa hubungan Soekarno dengan Islam dan dunia pesantren bukanlah sekadar strategi politik, melainkan bagian penting dari pembentukan gagasan kebangsaan dan perjuangannya.

Melalui pembacaan atas karya-karya penting seperti Mentjapai Indonesia Merdeka, Nasionalisme, Islamisme dan Komunisme, serta surat-surat Soekarno dari masa pengasingan, buku ini mengulas perkembangan nalar Soekarno, proses pencarian religiusnya, hingga perumusan hubungan antara nasionalisme, Islam, dan Marhaenisme. Pendekatan yang digunakan tidak berhenti pada kronologi sejarah, tetapi berusaha menyelami struktur pemikiran yang melahirkan ide-ide besar Sang Proklamator.

Dilengkapi kata pengantar Yudi Latif dan prolog Ahmad Baso, buku ini menjadi bacaan penting bagi siapa saja yang ingin memahami Soekarno secara lebih utuh—bukan hanya sebagai tokoh politik, tetapi juga sebagai pemikir yang terus berdialog dengan tradisi Islam, pesantren, dan cita-cita pembebasan bangsa.

Cocok untuk: mahasiswa, akademisi, pegiat sejarah, santri, aktivis, serta pembaca yang ingin mendalami hubungan antara Islam, nasionalisme, dan pemikiran Soekarno dari perspektif yang segar dan mendalam.

Share

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Soekarno Studies”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *