Dari aksi ke kata: Membaca untuk membela

Teluk Naga

Jalan Sunyi Kompromi Tujuh Kata Piagam Jakarta

Categories ,

Bagaimana sebenarnya proses lahirnya Pancasila sebagai dasar negara? Benarkah “tujuh kata” dalam Piagam Jakarta dihapus begitu saja, atau justru merupakan hasil kompromi politik yang menyelamatkan persatuan Indonesia?

Melalui riset sejarah yang bertumpu pada dokumen-dokumen autentik dan berbagai sumber primer, Jalan Sunyi Kompromi Tujuh Kata Piagam Jakarta mengajak pembaca menelusuri dinamika intelektual dan politik para pendiri bangsa dalam merumuskan dasar negara Indonesia. Buku ini membahas perjalanan mulai dari pidato Sukarno pada 1 Juni 1945, perumusan Piagam Jakarta oleh Panitia Sembilan pada 22 Juni 1945, hingga pengesahan Pancasila dalam Pembukaan UUD 1945 pada 18 Agustus 1945.

Alih-alih terjebak pada perdebatan ideologis, Didik Hariyanto menyajikan analisis yang berlandaskan bukti sejarah dan pendekatan akademik yang objektif. Pembaca diajak memahami bahwa lahirnya Pancasila bukanlah hasil kemenangan satu kelompok atas kelompok lain, melainkan buah dari dialog, negosiasi, dan kompromi para pendiri bangsa demi menjaga persatuan Indonesia.

Share

Deskripsi

Penulis : Didik Hariyanto

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Jalan Sunyi Kompromi Tujuh Kata Piagam Jakarta”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *